BNN

ANS Busana, Mulai jadi Reseller Sampai Akhirnya Produksi Sendiri dengan Omzet Ratusan Juta Rupiah. Begini Ceritanya

  • Bagikan
Gamis Premium Murah ANS Busana
Aisya Nur Sholehah, Owner ANS Busana

Brand Gamis ANS Busana asal Sekumpul, Martapura saat ini sedang digandrungi para wanita dari berbagai kalangan usia. Selain menawarkan harga murah, desain simpel dan kualitas bahan kain yang digunakan menjadi alasan kenapa gamis ini menjadi trend dan viral.

BANJAR, koranbanjar.net – ANS Busana adalah nama brand baru yang sebelumnya bernama Abaya by Sholehah. Menurut Aisya Nur Sholehah, pemilik ANS Busana, perubahan nama brand ini untuk lebih memperkuat hasil rancangan busana yang diproduksinya sendiri.

Dari Reseller menjadi Pemilik Brand Busana

Busana MurahKepada koranbanjar.net, Aisya menceritakan awalnya berjualan pakaian dengan menjadi reseller dengan modal 5 juta rupiah. “Persisnya 2015 lalu, modal 5 juta untuk jadi reseller pakaian dan jualannya secara online,’ ujarnya, Minggu, (3/10/2021).

Selama berjualan online produk reseller, Aisya mengakui tantangan yang ia hadapi adalah saingan pada produk yang sama.  “Saat ada jenis pakaian yang sedang laris, maka banyak pedagang lain ikut menjual produk yang sama. Selain itu, banyak juga yang ingin membeli dengan datang langsung dan menanyakan toko tempatnya berjualan, sementara belum ada toko,” kenangnya.

Menghadapi persaingan tersebut, Aisya menceritakan mau tidak mau mengikuti persaingan pasar. “Ujung-ujungnya adalah saling banting harga, ketimbang tidak laku, akhirnya saya pun ikut banting harga meski keuntungan sangat sedikit yang didapat,” imbuhnya.

Dari semua pengalaman tersebut, 2 tahun berjualan pakaian secara online, memberinya banyak pengalaman sebagai modal untuk merancang pakaian sendiri.

“Saya suka memperhatikan trend-trend busana terbaru, baik soal warna, desain hingga bahan kain yang digunakan. Kebetulan saya bisa menggambar, akhirnya mencoba untuk merancang dan memproduksinya sendiri,” ujarnya yang kemudian menjadi cikal bakal brand ANS Busana.

“Awalnya masih kosongan, tapi banyak pelanggan menyarankan agar diberikan nama brand agar mudah dikenali,” ungkapnya.

Setelah mempunyai brand, untuk lebih mengembangkan produk buatannya sendiri, Aisya memutuskan untuk memiliki toko offline. Awalnya hanya toko kecil, itu pun pinjam milik orangtuanya.

Didikan Keras Orangtua

Gamis ANS Busana Murah

“Saya benar-benar takut saat itu untuk pinjam toko ke abah (bapak-red), karena selama ini beliau mengajari saya untuk mandiri,” ungkapnya serius. Lebih jauh diceritakannya, meski orangtuanya cukup berada, Aisya bahkan harus mengupayakan sendiri dalam menjalankan usahanya sekarang.

“Sebelum menikah, untuk kebutuhan sehari-hari saja saya harus bekerja jualan gas elpiji milik abah. Sebulan dapat gaji dan uang itu yang saya gunakan untuk belanja,” ujarnya menjelaskan cara orangtuanya mendidik.

“Orang-orang mungkin berpikir abah pelit, tapi sebenarnya beliau mengajarkan agar saya tidak manja dan tidak selalu mengandalkan orangtua,” pungkasnya.

Setelah memberanikan diri meminjam toko milik orangtuanya, karena alasan prinsip bapaknya tidak mengijinkan anaknya berhutang. toko pun didapatkan. “Abah tidak membolehkan saya berhutang. Saat itu memang tidak mungkin punya toko sendiri atau sewa toko, jadi akhirnya abah meminjamkannya.”

Dari toko kecil itulah usaha yang dibangun Aisya terus berkembang pesat. Omset penjualan terus meningkat, bahkan produksi rancangan desain gamis miliknya kini tembus ribuan lembar dalam setiap harinya. Tak heran, omzet penjualannya pun mencapai ratusan juta setiap bulan. Aisya bahkan membeberkan rahasia produk gamis buatannya kepada koranbanjar.net.

“Alhamdulillah, banyak pelanggan suka dengan gamis rancangan ulun. Kalau dari segi bahan kain, sebenarnya kain yang ulun gunakan jenis gamis premium, tapi pelanggan mendapatkannya dengan harga murah dan sangat terjangkau. Kalau dari segi desain, gamis buatan ulun dirancang untuk bisa digunakan di segala acara. Bisa untuk jalan-jalan, menghadiri acara penting bahkan tetap cocok jika hanya digunakan di rumah saja.”

Peluang Usaha Reseller ANS Busana

Aisya berpandangan, memberikan kesempatan kepada siapa pun menjadi reseller di ANS Busana sama halnya membuka peluang usaha. Bahkan jika terkendala dana, ANS Busana melayani sistem dropship. Yakni hanya bermodal foto produk dan menawarkannya secara online, jika ada order pembelian, pihaknya yang akan mengurus semuanya. Mulai dari packing hingga pengiriman.

“Zaman sekarang ini sangat mudah untuk berjualan online. Hanya modal foto dan kesabaran berpromosi. Semuanya bisa lewat handphone,” ujarnya mencontohkan.

Menjadi reseller ANS Busana pun syaratnya sangat mudah dan menguntungkan. Hanya bermodal KTP, setelah terdaftar akan mendapatkan harga reseller lebih murah.

“Kami punya harga khusus untuk kelipatan pembelian, jadi untungnya lebih banyak.”

Sebagai orang yang dulu juga pernah menekuni dunia reseller, Aisya pun memberikan tips sukses menjadi reseller. Ia memastikan, saat ini jumlah resellernya sudah ribuan orang tersebar di seluruh Indonesia, dan rata-rata produk dari ANS Busana yang mereka jual laku di pasaran.

“Pertama harus yakin dengan produk yang dijual. Agar yakin, pelajari produknya, mulai jenis kain  dan lain-lain. Satu hal yang wajib dilakukan adalah terus berpromosi dan manfaatkan semua peluang. Mulai WhatsApp, Facebook dan Instagram. Saya sendiri pun sampai sekarang masih melakukan cara-cara itu,” ujarnya berbagi pengetahuan.

Bagi Anda yang berminat menjadi reseller ANS Busana atau ingin bertanya, silakan menghubungi melalu nomor dan alamat di bawah ini.

Alamat : Jalan Sekumpul Ujung, Toko Abaya by Sholehah Samping Gang Berkat Tawakkal
Instagram: @aisyanursholehah @ans_busana

Hubungi melalui Whatsapp

Suka Duka Sebagai Pengusaha

Setiap pengusaha pastilah memiliki kisah suka dan duka selama menjalankan usahanya. Demikian pula yang dialami Aisya. Seperti ditipu pembeli, dicurangi karyawan sendiri, dan lain-lain.

“Pastilah ada suka dan dukanya. Saya pernah ketipu pembeli yang mengaku sudah transfer uang, padahal belum. Dicurangi karyawan soal hasil penjualan juga pernah. Rancangan desain diplagiat pernah beberapa kali. Kalau yang sangat berat ketika PPKM dan Banjir Kalsel kemarin. Jualan sempat drop, tapi saya berusaha survive untuk tetap bangkit dan semangat,” ujarnya.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Selama kita masih semangat dan optimis, pasti ada jalan keluarnya,” imbuhnya kemudian (*hip)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven + 8 =