Angka Kerusakan Suara di Pedalaman Meratus Rendah Dibanding Pemilu Ibukota

oleh -127 views
Proses penghitungan suara di TPS 03 Desa Haratai, Loksado, HSS, Rabu (17/4), sempat diguyur hujan. (foto: yat/koranbanjar.net)

HSS, KORANBANJAR.NET – Hidup di wilayah terpencil ternyata tak mampu menghambat pemahaman masyarakat di pedalaman Meratus Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), terhadap pemilu serentak tahun ini.

Itu dapat dibuktikan dari hasil suara di TPS 03 Desa Haratai, Kecamatan Loksado, yang hanya mengalami satu lembar surat suara tidak sah untuk pilpres, dua lembar surat suara rusak untuk pemilihan anggota DPRD Kabupaten Dapil II HSS, dan hanya tujuh surat suara untuk pemilihan anggota DPR RI yang tidak dicoblos. Lain dari itu, semuanya sah dan tidak ada kerusakan surat suara.

Dari jumlah kehadiran pemilih, masyarakat Desa Haratai pun bisa dikatakan antusias memberikan hak pilihnya.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Haratai, Seva Asto, menyebutkan dari 177 daftar pemilih tetap (DPT), ada 125 pemilih ditambah empat pemilih dari daftar pemilih khusus (DPK) berhadir di TPS 03 Desa Haratai memberikan hak suaranya.

“Pemilih yang tidak dapat hadir itu mungkin tidak bisa pulang dari ladangnya karena jauh dari kampung,” ujar Seva Asto saat ditemui koranbanjar.net usai penghitungan suara di TPS 03 Desa Haratai, Rabu (17/4/2019) malam.

Proses penghitungan suara di TPS 03 Desa Haratai berlangsung hingga malam, Rabu (17/4). (foto: yat/koranbanjar.net)

Jika dijumlahkan, ada 72 persen kehadiran masyarakat di TPS 03 tersebut. Saking antusiasnya, bahkan sejumlah warga setempat ikut memantau proses penghitungan suara dan ikut memberi interupsi kepada PPS apabila ada para saksi dari peserta pemilu lengah dengan kekeliuran yang terjadi.

Untuk pilpres di TPS 03 Desa Haratai, Asto mengatakan Paslon Presiden 02 unggul lima suara dari Paslon Presiden 01.

Hasil lainnya, untuk pemilihan anggota DPR RI dan DPRD Provinsi Kalsel, para caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berhasil mendominasi suara di TPS tersebut.

Sedangkan untuk hasil pemilihan anggota DPRD Kabupaten Dapil II HSS, ada nama Yusak Darmawan dari Golkar dan Dana Lumur dari PDIP yang berhasil memperoleh suara terbanyak di TPS itu.

Pemahaman masyarakat terhadap Pemilu 2019 juga terjadi di TPS 05 yang berada di Kampung Pantai Langsat atau Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado. Bahkan tidak ada surat suara untuk pilpres dan DPRD Kalsel yang rusak di TPS tersebut.

Surat suara yang sudah dihitung di TPS 03 Desa Haratai langsung diangkut kembali menggunakan motor ke Kecamatan Loksado, Rabu (17/4) malam. (foto: yat/koranbanjar.net)

“Yang menggunakan formulir C3 atau keterangan pendampingan untuk mencoblos hanya satu orang, dan satu ada satu orang yang didatangi ke rumahnya karena tidak bisa dibawa ke TPS,” ucap petugas KPPS TPS 05, Yusran.

Jika mengambil contoh perbandingan di TPS yang berada di Ibukota Kabupaten HSS, sebut saja di TPS 03 Jalan Rantauan Desa Gambah Luar, Kecamatan Kandangan, maka pemahaman masyarakat di pedalaman Meratus Kecamatan Loksado bisa dikatakan telah meningkat pada Pemilu 2019 ini

Di TPS 03 Jalan Rantauan Desa Gambah Luar, surat rusak untuk pemilihan anggota DPRD Kalsel ada 33 suara, DPR RI ada 40 suara, DPD RI 44 suara, dan 4 suara rusak untuk pilpres.

Menariknya, berdasarkan informasi yang dihimpun koranbanjar.net dari sumber terpercaya, jika dibandingkan dengan pemungutan suara di Kota Kandangan, peningkatan pemahaman dalam Pemilu 2019 di masyarakat pedalaman Meratus Loksado tanpa dilatarbelakangi dengan tingginya angka serangan fajar menjelang pelaksanaan pemilu tahun ini. (yat/dny)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan