Baznas

Anda Pernah Dengar Madu Kelulut? Baca Aja Ulasan Ini…

  • Bagikan

BANJARBARU – Madu Kelulut adalah madu yang berasal dari hewan bernama Kelulut. Uniknya, madu ini bukan berasal dari lebah, akan tetapi memiliki khasiat yang tak kalah dengan madu lebah. Madu ini mulai digandrungi masyarakat dan juga mulai dibudidayakan layaknya madu lebah.

Warga Sungai Abit, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Asad sebulan belakangan mulai membubidayakan hewan kelulut ini untuk diambil madunya. Ia menuturkan awalnya dia hanya membudidaya 6 kotak sarang, lalu ditambah 10, setelah dirasa semakin banyak pertumbuhan hewan kelulut ini, lalu ditambahlah sampai berjumlah 25 kotak sarang. Ia mencari kelulut dari kebun atau hutan dan membuat sarang dari kayu-kayu mati yang ada di hutan.

“Untuk hasil panen ini ‘kan masih tahap awal, jadi kita menunggu jangka waktu tiga bulan. Tetapi untuk seterusnya paling lama kita nunggu 1 bulan, bahkan ada yang setengah bulan,” terangnya.

Ia menuturkan, untuk satu kotak sarang bisa menghasilkan setengah liter hingga satu liter madu.

“Memanennya tuh pakai alat, disedot pake alat dan ditampung menggunakan jirigen. Jadi kan madunya murni tanpa perasan tangan dan tidak merusak sarang,” jelasnya.

Ditanya tentang khasiat madu ini, dia mengaku belum tahu pasti, karena sekarang hanya mencoba untuk membudidayakannya terlebih dulu, tetapi ia menjelaskan perihal khasiat yang ia dengar dari orang, bahwa madu yang bagus adalah rasanya agak asem, dan kantong madunya bisa dibuat kapsul.

“Harga jual satu liternya kurang lebih Rp485.000, kalau 200 ml itu harganya Rp115.000. untuk sekarang belum pernah jual karena ‘kan baru aja mulai membudidayakan. Untuk kemasan dan merknya juga sudah ada yang bikin, jadi kami tinggal mengemasnya saja nanti. Ada botol untuk kemasan satu liter dan setengah liter,” ucapnya.

Ia mengaku belum mendapat bantuan dari pemerintah untuk membudidayakan kelulut ini. Semua biaya masih ia sendiri yang tanggung.

“Ya, saya berharap semoga ada bantuan dari pemerintah. Kalau pembinaan kemarin ada saya dapat dari dinas pertanian, karena temen saya ada yang kerja disitu. Jadi mereka dating kesini dan saya diajarin membudidayakan madu kelulut ini,” pungkasnya.(sai/ana)

  • Bagikan