Anak Bau Kencur Mau Diperkosa di Kandang Ayam

  • Bagikan
PELAKU - Pencabulan anak di bawah umur. (foto:B24/koranbanjar.net)
PELAKU - Pencabulan anak di bawah umur. (foto:B24/koranbanjar.net)

Kasus pencabulan sangat marak terjadi di wilayah hukum Polda Kalimantan Tengah. Kali ini, seorang pemuda berinisial HN (19) yang masih dalam pengaruh minuman beralkohol, ingin memperkosa anak bau kencur alias di bawah umur di sebuah kandang ayam, Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Minggu (31/01/2021).

KOTIM, koranbanjar.net – Entah setan alas apa yang merasuki pemuda berinisial HN ini, sehingga nekat ingin memperkosa Melati (12 tahun)–bukan nama sebenarnya, red- dengan cara berpura-pura mengajak menangkap ayam di sebuah kandang ayam. Namun perbuatan bejat itu berhasil dihindari Melati dengan melarikan diri.

Saat ini Satreskrim Polres Kotawaringin Barat (Kobar), Polda Kalteng sudah mengamankan HN (19), warga Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kobar, Provinsi Kalteng tersebut, atas tindak pidana percobaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.

Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah melalui Kasatreskrim AKP Rendra Adithia Dhani menerangkan, saat hendak melakukan perbuatan itu pelaku dalam pengaruh minuman beralkohol.

“Berdasarkan keterangan korban, awalnya korban sebut saja Melati (12) berjalan kaki bersama temannya Mawar (11) di wilayah Kelurahan Kotawaringin Hilir,” ujar Kapolres.

Ketika di perjalanan korban bertemu dengan pelaku yang kemudian mendatangi dan mengajak korban membantu menangkap ayam di sebuah kandang ayam yang tidak jauh dari tempat merkeka bertemu.

Sampai di lokasi kejadian, bukannya menangkap ayam, pelaku malah memaksa korban melakukan perbuatan tak senonoh.

Pelaku berusaha menarik bahu korban hingga korban terjatuh ke tanah, kemudian menutup mulut korban dengan tangan agar tidak bisa berteriak. Kemudian pelaku juga menarik celana korban hingga robek.

Lebih lanjut, Kasatreskrim mengatakan dari tangan pelaku, berhasil diamankan barang bukti berupa satu baju kaos warna biru, satu celana panjang warna hitam dan satu celana pendek warna merah muda yang sudah robek.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pergantian UU Nomor 01 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan / atau Pasal 285 Pidana Jo Pasal 53 KUH Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 miliar.(B24/sir)

 

NEWS STORY
  • Bagikan