Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Ahli Ibadah yang Mempunyai 60.000 Santri, Namun Wafat Su’ul Khatimah

  • Bagikan
ILUSTRASI – Ahli ibadah (foto: NU Online)
ILUSTRASI – Ahli ibadah (foto: NU Online)

Seorang ahli ibadah bernama Barshisha, memiliki 60.000 santri, semuanya mampu berjalan di angkasa sebab barakah ilmunya. Tak tanggung-tanggung, ia beribadah selama 220 tahun tanpa sekalipun melakukan maksiat.

Para malaikat pun sangat kagum dengan sosok ini, kemudian Allah SWT berfirman: “Apa yang kalian kagumkan darinya, sesungguhnya aku lebih mengerti dari apa yang kalian mengerti. Sesungguhnya Barshisha dalam pengertian-Ku akan berbuat kufur dan masuk neraka untuk selama-lamanya sebab minum khomer”.

Mendengar firman Allah SWT, para Iblis laknatullah pun tersenyum dan mengerti apa yang harus ia lakukan untuk menggoda Barshisha. Iblis mendatangi Barshisha di pondoknya dengan menyamar sebagai pemuda ahli ibadah yang memakai jubah putih terbaik serta memakai wangi-wangian.

Barshisha memanggil si pemuda seraya bertanya: “Siapa kamu dan ada keperluan apa ke sini?”.

Iblis menjawab: “Saya adalah seorang hamba. Saya datang untuk membantu ibadahmu kapada Allah SWT.

“Barangsiapa yang ingin beribadah kepada Allah, maka cukuplah Allah sebagai pemiliknya”, jawab Barshisha.

Iblis i’tikaf dan beribadah di masjid selama tiga hari tiga malam tanpa makan dan tidur. Melihat ibadah seperti itu, Barshisha takjub seraya berkata: ” Saya beribadah kepada Allah selama kurang-lebih 220 tahun namun tidak pernah mengerjakan seperti apa yang kamu kerjakan?”.

Iblis berkata: “aku telah berbuat dosa, oleh sebab itu aku terus mengingatnya agar rasa kantuk, lelah dan laparku hilang”.

Barshisha bertanya: “Bagaimana caranya agar aku bisa seperti engkau”?.

Iblis menjawab: “Pergi dan berbuat maksiatlah kepada Allah SWT, kemudian cepat-cepat bertaubatlah, karena Allah maha pemberi ampun”.

Barshisha bertanya: “Apa yang harus aku lakukan?”.

Iblis menjawab: “Zina!”.

Barshisha berkata: “Itu perbuatan terlarang, aku tidak akan melakukan”.

Iblis berkata: “Membunuh orang mukmin!”.

Barshisha berkata: “Aku tidak akan melakukan itu!”.

Iblis berkata: “Minum khomer yang memabukkan, karena ini adalah yang paling ringan dan Allah akan mudah mengampunimu”.

Barshisha berkata: “Minum-minuman yang memabukkan juga sebuah larangan”.

Iblis berkata:” Minum sedikit saja dan jangan sampai engkau mabuk!”.

Barshisha bertanya: “Di mana aku akan melakukannya?”.

Iblis menjawab: “Pergilah ke desa ini!”.

Barshisha segera pergi menuju tempat yang disebutkan oleh pemuda ahli ibadah. Di tempat itu, Ia melihat sebuah warung yang menjual minum-minuman keras. Barshisha pesan lalu mereguk satu gelas. Karena sebelumnya belum pernah minum, ia langsung setengah mabuk, ketagihan dan minta tambah sampai mabuk parah.

Melihat penjual warung bertubuh langsing dan cantik, Barshisa pun berbuat zina. Setelah berbuat zina, Barshisha membunuh perempuan itu karena takut apa yang ia perbuat diketahui oleh orang.

Dalam keadaan seperti ini, Iblis menyamar sebagai suami perempuan penjual minum-minuman keras lalu melaporkan kejadian tersebut kepada khalayak dan hakim. Barshisha pun akhirnya ditangkap beramai-ramai dan dihukum jilid sebanyak 80 kali karena minum khomer, 100 kali karena berzina, dan disalib karena telah membunuh.

Dalam keadaan tersalib, datanglah Iblis dengan menjelma sebagai pemuda ahli ibadah. Iblis bertanya: “Bagaimana keadaanmu?”.

Barshisha menjawab: “Barang siapa menuruti ajakan jelek, maka inilah balasannya”.

Iblis berkata: “Selama 220 tahun aku tersiksa karena ibadahmu, hingga aku menjerumuskanmu seperti ini. Namun apabila kamu ingin bebas, aku bisa membebaskanmu”.

Barshisha berkata: “Bagaimana caranya?”.

Iblis berkata: “Sujudlah kepadaku satu kali!

Barshisha berkata: “Aku tidak dapat melakukan itu dalam keadaan tersalib seperti ini”.

Iblis berkata: “Sujudlah dengan Isyarah!”.

Barshisha pun sujud dengan Isyarah dan kufur kepada Allah SWT juga meninggal dunia tanpa membawa iman. Na’udzubillahi min dzalik.

Kisah ini terdapat dalam buku 101 Cerita Penegak Iman Peluhur Budi karya KH. Moch. Djamaluddin Ahmad (Pengasuh pondok pesantren Tambakberas) Jombang, Jawa timur terbitan Pustaka Al-Muhibbin.(koranbanjar.net)

Sumber: Islam.co

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *