Advokat: Jangan Main-main dengan Pengadaan Lahan Aero!

oleh -119 views
SUPIANSYAH DARHAM
SUPIANSYAH DARHAM

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Terkait dengan dugaan adanya kepentingan sejumlah pejabat atau pengusaha terhadap pengadaan lahan Aero City (kota berbasis bandara) di lingkungan Bandara Syamsuddin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, kini mendapat komentar yang serius dari Advokat asal Martapura, Supiansyah, SE, SH.

“Pengadaan lahan Aero City itu harus dilakukan secara transparan. Karena pengadaan lahan ini akan melibatkan orang banyak. Kalau tidak dilakukan secara transparan, dikawatirkan akan menumbulkan permasalahan atau berbuntut panjang,” tegas Supiansyah.

Dia mencontohkan, persoalan serupa sesungguhnya sudah pernah terjadi saat pembebasan lahan pembangunan Perkantoran Gubernur di Jalan Trikora Banjarbaru. Dari proses pembebasan lahan itu ‘kan, akhirnya ada oknum pejabat yang terjerat kasus tindak perdata, sehingga meringkus di penjara.

“Sama halnya dengan pembebahan lahan Trikora, kalau pembebasan lahan Aero City tersebut tidak dilaksanakan secara transparan, jangan-jangan nanti kejadian seperti di Trikora akan terulang di lahan Aero City. Jangan sampai terjadi dua kali lah dan jangan terulang lagi,” tegasnya.

Pasalnya, menurut dia, kalau pembebasan lahan tidak dilakukan secara prosedur, dia meyakini suatu saat persoalannya akan terbongkar. “Jadi, jangan main-main lah dengan urusan pembebeasan lahan ini. Bahkan saya perlu mengingatkan, (mohon maaf), jangan sampai pihak Bandara juga ikut bermain dalam menangani pembebasan lahan Aero City tersebut,” katanya.

“Saya yakin, kalau urusan pembebasan lahan itu dilakukan secara personal atau pribadi, suatu saat akan terbongkar. Jadi harus transrapan, libatkan semua pihak, mulai RT, aparat desa, camat, penegak hukum seperti polisi, kejaksaan dan pengacara. Karena kalau semua pihak dilibatkan, insya Allah hasilnya akan baik. Apakah mau terjadi lagi? Saya hanya mengkhawatirkan adanya permainan oknum pejabat dengan oknum bandara, namun mudah-mudahan tidak.

“Terpenting, harus ada tim.Tujuannya untuk kebaikan, kalau bermain secara individu, pasti akan terjadi lagi permasalahan baru. Pokoknya, jangan diulangi lagi kesalahan seperti di Trikora, kalau tidak, saya menduga persoalan serupa akan terulang,” paparnya. (sir)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan