oleh

Adik Korban Mengamuk Karena Tali Pengikat Dianggap Lambat Dilepas

BANJARMASIN, koranbanjar.net- Keributan sempat terjadi ketika ditemukannya korban Yusuf gantung diri.

Adik korban, Hamzah melihat saudaranya yang tergantung sudah tidak berdaya di pohon nangka, Hamzah adik korban mengamuk ingin melepaskan tali penjerat saudaranya.

Namun, hal itu dicegah warga sambil menunggu kedatangan polisi dulu, yang berwenang melepaskannya.

Baca Juga: Diduga Motif Masalah Keluarga, Yusuf Nekat Gantung Diri

Peristiwa gantung diri ini terjadi di Jalan Malkon Temon RT 23 Gang H Ismail Banjarmasin Utara, Selasa (10/12/2019) dinihari sekitar pukul 00.05 Wita.

Pantauan koranbanjar.net- dilokasi sebelum pihak kepolisian datang, Hamzah (27) sempat mengamuk meminta agar sesegera mungkin kakaknya dilepaskan dari jeratan.

Hanya saja warga menilai sebaiknya biar menunggu pihak berwajib datang.

“Sabar tunggu pihak berwajib saja, nanti pasti dilepaskan, biarkan polisi yang melakukan tugasnya,” tutur salah satu warga menasihati Hamzah yang mengamuk.

Kurang lebih 20 menit anggota Polsek Banjarmasin Utara pun berdatangan, dan melakukan olah identifikasi.

Namun lagi-lagi Hamzah mengamuk pada polisi, dan salah satu polisi pun sempat terpancing karena ulah adik korban tersebut.

“Kamu siapa sih, kamu juga siapanya, kami sedang menjalankan tugas,” ucap salah satu polisi brewok dan rambut agak panjang itu.

“Tetapi jangan lama-lama seperti ini,” tegas Hamzah.

Kemudian mereka pun sama-sama tarik menarik dan mempelototi satu sama lain, ketegangan antara anggota dan adik korban berhasil di lerai warga dan polisi lainnya.

Sementara itu, paman korban, Yusuf (55) menerangkan, Hamzah merupakan adik se-bapak namun beda ibu.

“Dia beda ibu, tadi adiknya itu juga baru tahu dan langsung mau melepas tali, tapi dinasihati warga untuk jangan dulu dilepas biar pihak berwajib melakukan,” pungkasnya. (ags/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: