Adelia, Wanita Penakluk Api Asal Borneo

oleh -366 views
Adelia, Wanita Penakluk Api Asal Borneo
Keterangan foto: Adelia Novita Sabtari Noor (20) saat bertugas dilapangan

Cantik, mungil, ramah. Mungkin gambaran tersebut yang bisa mendeskripsikan Adelia Novita Sabtari Noor (20), si perempuan penakluk api. Bermula dari keisengannya menggunakan seragam pemadam kebakaran milik temannya, Novita bersama teman wanitanya yang tergabung dalam organisasi Srikandi Mura Tabalong sejak tahun 2014, sering melakuka swafoto.

YULIANDRI KUSUMA WARDANI, Banjarbaru

Selain itu, keluarganya pula yang memang memiliki latar belakang di dunia pemadam. Setelah berswafoto bersama, munculah ide mendirikan organisasi pemadam kebakaran khusus wanita.

Perempuan kelahiran 28 November di Tabalong ini mengaku, motivasinya bangga jika dirinya bisa membantu dan menolong orang lain yang tertimpa musibah.

“Karena sudah jadi pilihan dan tugas hidup. Walaupun wanita tidak menjadi masalah dalam profesi, yang penting niat dan keihlasan dalam membantu serta menolong masyarakat,”ujarnya kepada koranbanjar.net.

Menurutnya, suka duka menjadi pemadam kebakaran banyak pada saat bertugas. Walaupun, terkadang kebanyakan masyarakat tidak mengerti kondisi pemadam kebakaran pada saat ke lokasi kejadian terutama dengan jarak yang jauh pastinya akan mengalami keterlambatan. Tetapi, tetap tak berputus asa dan semangat agar selalu kompak.

“Keunikannya, para srikandi sering jadi sorotan masyarakat saat bertugas karena orang heran melihat wanita berprofesi sebagai pemadam kebakaran. Walaupun kita tidak memiliki gaji, tapi tetap terus semangat dan ikhlas, karena juga sadar kalau kita swadaya. Dana kita mencari sendiri lewat penggalangan masyarakat, ada juga beberapa bantuan dari pemerintah,”ungkapnya.

Dirinya menerangkan, akan tetap menggeluti bidang pemadam kebakaran itu hingga nanti walaupun jika nantinya diharuskan vacum (istirahat). Karena harus ada generasi dari keluarga untuk jadi penerusnya dan menggantikannya.

Disinggung mengenai perbedaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dirasakannya tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu, ia menjelaskan tahun ini lebih parah bahkan pemadaman api di Tabalong saat ini bisa lebih dari satu kali dalam sehari.

“Aktivitas selain jadi pemadam kebakaran, saya seorang asisten perias membantu minnie wedding service. Disamping itu, saya juga kuliah di Uniska Banjarbaru Fakultas Ilmu Hukum dan alhamdulillah sekarang sudah semester 5,”pungkasnya. (ykw/maf)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan