Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Ada Jembatan Wisata di Desa Lasung Tanah Bumbu

  • Bagikan
Wakil Bupati Tanah Bumu Muhammad Rusli meresmikan jembatan wisata pemancingan yang ada di Desa Lasung Kecamatan Kusan Hulu, Rabu (4/11/2021). (Sumber Foto: Kominfo Tanah Bumbu/koranbanjar.net)

Ada alternatif tambahan obyek wisata bagi warga Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan sekitarnya, menyusul diresmikannya jembatan wisata pemancingan di Desa Lasung Kecamatan Kusan Hilir, oleh Wakil Bupati Tanbu Muhammad Rusli, Rabu (4/11/2021).

TANAHBUMBU,koranbanjar.net – Peresmian dilaksanakan di pendopo lokasi wisata itu bersama dengan warga desa dan turut dihadiri Staf Khusus Bupati, Sekcam Kusan Hulu, penyuluh, aparat desa, dan Karang Taruna.

Kepala Desa Lasung, Salafuddin menjelaskan wisata pemancingan yang berupa danau itu berada di wilayah RT 5 Dusun 2 Desa Lasung.

Serta memiliki panjang sekitar satu kilometer dengan lebar bervariasi antara 30 hingga 35 meter. Sedangkan pembangunan jembatan itu menggunakan alokasi dana desa.

Salafuddin menyampaikan, ke depan pemerintah desa akan mengembangkan lokasi wisata pemancingan itu agar lebih menarik lagi.

Dari mulai pembangunan gazebo sebanyak 8 buah, jalan tani di sekitarnya dan fasilitas lain.

Sebagai sebuah potensi yang dapat dikembangkan, Salafuddin meminta partisipasi kabupaten untuk bisa membantu pengembangannya, seperti akses jalan menuju lokasi.

“Sehingga dapat menambah penghasilan desa dan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Lasung,” sebutnya.

Sementara itu, Wabup Muh. Rusli saat meresmikan jembatan itu mengungkapkan kalau ia melihat potensi yang luar biasa dari lokasi itu apabila pemerintah desa dapat mengelolanya dengan baik.

“Wisata pemancingan ini dapat memberi nilai positif dalam pembangunan desa,” ujarnya.

Dengan lokasi menarik seperti itu, pemerintah desa dapat membangun fasilitas penunjang, hingga semakin menarik pengunjung dan membuatnya menjadi sebuah destinasi wisata.

“Bangun fasilitas umum seperti tempat peristirahatan, musala dan toilet,” saran Rusli.

Namun untuk membangun lokasi itu menjadi sebuah destinasi wisata memang tidak mudah.

“Diperlukan kerjasama dan dukungan dari semua elemen untuk saling membantu, dari aparat desa, pemuda dan warganya, kecamatan, kabupaten, hingga pihak swasta,” pungkasnya. (kominfotanahbumbu/dya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *