oleh

Ada Aktivitas Pertambangan di Sekitar Kawasan Benteng Madang

PADANG BATUNG, KORANBANJAR.NET – Dalam beberapa bulan ini, di sekitar kawasan cagar budaya Benteng Madang, Desa Madang, Kecamatan Padang Batung, HSS, terdapat aktivitas karyawan dari salah satu perusahaan pertambangan batu bara yang ada di Kalsel.

Pantauan koranbanjar.net beberapa hari sebelumnya, sejumlan karyawan dari perusahaan tambang batu bara tersebut bermalam di sekitar kawasan bukit tempat Benteng Madang berdiri. Mereka bermalam untuk menjaga peralatan tambang.

Saat ditemui koranbanjar.net di Kantor Kepala Desa (Kades) Madang, Senin (19/2/2019), Kades Madang, Suriani, mejelaskan, aktivitas perusahaan tambang batu bara tersebut dalam rangka pemeriksaan awal kandungan batu bara di sekitar kawasan Benteng Madang.

Papan pemberitahuan penguasaan lahan dari pihak perusahaan batu bara. (foto: yat/koranbanjar.net)

Meski demikian, dirinya meyakini aktivitas pemeriksaan awal kandungan batu bara di sekitar kawasan situs cagar budaya Benteng Madang dari pihak perusahaan tersebut tidak akan berpotensi menjadikan desanya tambang batu bara yang kemudian akan berpengaruh pada cagar budaya Benteng Madang.

“Sebenarnya mereka cuma membor untuk memeriksa apakah ada kandungan batu bara di situ. Kalaupun ada kandungan batu bara disitu, mereka tidak akan berani sampai menambangnya,” ujar Suriani.

Hal itu, lanjut Suriani, lantaran Benteng Madang merupakan benar-benar situs cagar budaya.

Papan pemberitahuan dari Dinas Pendidikan (Disdik) HSS yang terdapat di gerbang selamat datang Benteng Madang. (foto: yat/koranbanjar.net)

“Walaupun ada batu bara tetapi dalam jarak 300 sampai 500 meter dari kawasan cagar budaya tetap tidak boleh dilakukan penambangan,” tegasnya.

Aset situs cagar budaya di Desa Madang, tambahnya, salah satunya adalah gunung tempat Benteng Madang berdiri. “Aset situs budayanya ya gunung itu, jadi bukan hanya sebatas Benteng dipuncaknya saja, karena dahulu bentengnya cuma terbuat dari kayu madang yang paling setengah bulan saja sudah lapuk. Sedangkan cerita sejarah mengisahkan seluruh gunungnya yang menjadi benteng, yang kemudian dilindungi kabut untuk mengecoh Belanda,” katanya.

Ia menyimpulkan, kawasan gunung Benteng Madang tidak akan diambil alih oleh perusahaan tambang manapun karena telah diatur dalam undang-undang. “Sebab itu sama statusnya seperti hutan lindung, siapa yang berani menggarap hutan lindung,” ucapnya.

Di tempat terpisah, juru pemelihara sekaligus penjaga Benteng Madang, Mardi, mengatakan, sebagai penjaga benteng, pihak manapun yang ingin menggunakan kawasan cagar budaya Benteng Madang harus menghubungi pihak Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) yang menaungi situs cagar budaya tersebut.

“Tapi kami tidak melaporkan dulu karena tidak merusak, kecuali membornya di benteng, itu baru kita laporkan. Tapi hal ini nantinya akan saya lapor ke Kandangan dahulu, jika tidak ada respon baru ke Banjarmasin untuk dilaporkan ke BPCB Kaltim di Samarinda hingga sampai ke Pusat,” tuturnya. (yat/dny)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: