Abah Said Persiapkan Makamnya Sendiri sejak 11 Tahun Silam

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Sosok dzuriat ke-enam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datuk Kelampayan, KH Said Marzuki atau Abah Said asal Dalam Pagar, Martapura ini patut menjadi teladan. Selain memiliki sifat rendah hati dan pemurah, jauh-jauh hari sebelumnya dia sudah mempersiapkan alkah pemakaman untuk dirinya sejak 11 tahun yang silam.

Dekat kediaman mendiang Abah Said, tepat di seberang jalan atau di samping kediaman menantunya, Tuan Guru Ahmad Daudi, berdiri sebuah tempat alkah yang sudah dibangun sejak 11 tahun lalu. Bangunan itu berbentuk seperti bundar dengan atap sirap. Posisi bangunan lebih tinggi dari tanah hingga sekitar 0,5 meter. Di sekililing bangunan terpasang jendela berbentuk vertikal, sedangkan luas makam berukuran sekitar 5 meter diameter. Tempat pemakaman yang biasa disebut kubah ini dipersiapkan Abah Said sebagai tempat peristirahatannya yang terakhir.

“Makam itu dipersiapkan Abah sejak kurang lebih 11 tahun yang silam. Lantainya pun berbahankan keramik jaman dulu,” ungkap menantu Abah Said, Tuan Guru Ahmad Daudi kepada koranbanjar.net, tadi siang.

Pemakaman KH Said Marzuki berlangsung mulai pukul 16.00 wita, ribuan masyarakat telah memadati lokasi pemakaman.  Menjelang adzan Ashar, keranda jenazah diturunkan dari rumah duka secara estafet hingga memasuki ruang pemakaman.

Begitu adzan berkumandang, jenazah diturunkan ke liang lahad dengan disaksikan kerabat dekat Abah Said, seperti KH Wildan Amin, KH Hatim Salman dan Bupati Banjar KH Khalilurrahman. Acara prosesi dilanjutkan dengan pembacaan talakin yang dimulai dari Tuan Guru Ahmad Daudi yang merupakan menantunya. Kemudian talakin kembali dibacakan oleh cucu Tuan Guru Zainal Ilmi Dalam Pagar yang bernama Tuan Guru Zainal Ilmi pula. Berikutnya talakin dibacakan Tuan Guru Mazani, Pimpinan Ponpes Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

Usai pembacaan talakin, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan tahlil serta ditutup dengan doa.

KHAIRUL SALEH - Di tengah kerumunan masyarakat,
KHAIRUL SALEH – Di tengah kerumunan masyarakat,

Sementara itu, di tengah kerumunan penziarah, Sultan H Khairul Saleh yang datang dari Banjarmasin, juga turut mengikuti prosesi pemakaman, dengan berbaur bersama masyarakat di samping makam. Dia melepaskan sendal, duduk bersila beralaskan plastik, sambil mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Setelah proses pemakaman berakhir, Sultan Khairul Saleh kembali ke kediaman Tuan Guru Ahmad Daudi untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat setempat.

Perlu diketahui, Tuan Guru Ahmad Daudi adalah anak dari KH Irsyad Zein dan menantu dari KH Said Marzuki. Tuan Guru Daudi bin KH Irsyad Zein bin Ismail bin Ibrahim bin Sholeh bin Khalifah Zainuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kelampayan.

Sepeninggal KH Said Marzuki meninggalkan seorang istri bernama Hj. Miskiah, kemudian meninggalkan anak sebanyak 10 orang, cucu 23 orang dan buyut 3 orang.(sir)