Baznas

Hebat! Santriwati Darul Hijrah Bikin Infus Alarm Hanya Rp31 Ribu

  • Bagikan

MARTAPURA – Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hijrah Putri sepertinya pantas untuk mendapat apresiasi. Pasalnya, belum lama tadi, Ponpes Darul Hijrah Putri berhasil meraih juara dalam lomba skala Nasional pada Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) yang diselenggarakan Kemendikbud, di Jakarta, 9-13 Oktober 2017 lalu.

Dalam juara tersebut, Darul Hijrah Putri membawa pulang medali perak dan perunggu dari kategori Ilmu Pengatahuan Teknik dan Rekayasa  Juara 2, kemudian dari kategori Ilmu Pengatahuan Sosial Kemanusiaan dan Seni Juara 3.

Dari kelompok Iptek dan Rekayasa, Ristya Nada (14) dan Auliana Salsabila Fitria (14) adalah siswi yang masih duduk di bangku kelas 9. Mereka berdua membuat alat pendeteksi infus habis. Cara kerjanya, apabila infus habis, maka ia menjadi ringan naik ke atas secara otomatis mengkoneksikan langsung  melalui aliran listrik ke lampu sirine dan alarm yang ada di ruang perawat.

Ide itu mereka jelaskan berawal dari temannya yang berinfus, namun tidak ada yang jaga, akhirnya terpikir untuk membuat infus alarm. Sebenarnya sudah ada alat yang serupa buatan pabrik namun harganya sangat mahal yakni Rp 15 juta. “Kalau yang kami buat cukup dengan harga tiga puluh satu ribu,” jelasnya.

Adapun dari kelompok IPS yanki Melly Agustin (14) dan Antung Wardah Fauziah (14) mereka berdua melakukan inovasi kesenian tradisi lamut menjadi media film pendek.

Menurut mereka, tradisi lamut yang mereka bawakan melalui media video ini tidak ada perubahan, hanya saja ditokohkan menjadi film.

“Kan lamut itu cerita jadi ditokohkan agar ceritanya lebih hidup dan anak muda lebih mengerti,” ungkap dia.

Guru pembimbing karya ilmiah remaja bidang Ilmu Teknik dan Rekayasa, Bakarudin, mengatakan keberhasilan anak didiknya tidak lepas dari pengembangan bakat yang ada di Ponpes Darul Hijrah dan juga keseriusan santrinya dalam mengembangkan bakat.

“Kita merekrut siapa yang ada minat di bidang bakatnya masing-masing, kemudian mereka mengajukan judul penelitian dan Ponpes memfasilitasi dan sangat support dalam hal ini. Untuk follow up nya kita masukkan ke ajang regional dan nasional dan tahun lalu hampir saja masuk ke tingkat internasional, namun belum beruntung,” ungkap Bakaruddin.

“Alhamdulillah dengan inisiatif dan usaha sendiri, semoga ini menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah yang lainnya,” tambahnya Bakaruddin.

Kepala Ponpes Darul Hijrah Putri, M Anshori bersyukur atas apa yang sudah diperoleh oleh anak didiknya.

“Alhamdulillah kami bersyukur anak peserta didik kita menjuari LPSN, itu merupakan  prestasi luar biasa bagi anak-anak dan pembimbing, adapun sekolah hanya memfasilitasi mereka saja untuk mengembangkan bakat,” tutur M Anshori.

“Harapan ke depan prestasi ini menjadi batu loncatan bagi anak-anak, artinya ini bukan sesuatu yang akhir, perjalanan hidup mereka masih panjang masih bisa mengembangkan lebih mendalam. Semoga ilmuan-ilmuan muslim dan muslimah dapat terwujud,” pungkasnya. (dra)

  • Bagikan