7 Bulan Tunjangan Guru Honorer Tak Dibayar, Ternyata Ini Masalahnya

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Kemenag Kantor Wilayah Kabupaten Banjar mengadakan pertemuan dengan guru honorer sertifikasi, guna menyelesaikan soal gaji mereka yang sudah berbulan-bulan tak dibayar, Jumat (07/12/2018) pagi.

Ratusan guru honorer penuhi Aula Kantor Kemenag Banjar di Jalan Sekumpul Martapura.

Menurut salah satu guru honorer Ibtidaiyyah, perihal gaji yang tertunggak ini agar dirahasiakan. Ia menyebutkan, cukup pihak kemenag dan para guru saja yang tahu.

Namun sepertinya guru honorer ini tak tahan untuk tidak menceritakan. “Kami para guru honorer sudah terbiasa dengan hal seperti ini, kami hanya bisa bersabar, cuma kami berharap pihak Kemenag lebih terbuka kepada kami, kenapa gaji kami tak juga cair tujuh bulan lamanya?” lontar Bapak yang enggan disebutkan namanya ini kepada koranbanjar.net.

Ia menegaskan, jangan sampai setelah masalah ini naik ke media baru diadakan pertemuan dan klarifikasi seperti ini.

Sebelumnya, media sudah memberitakan keluhan para guru honorer Kemenag ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh guru honorer, Amat (hanya nama panggilan). Dirinya mengaku sudah 7 bulan gajinya tak dibayar, dan harus mencari pinjaman hutang kepada teman atau keluarganya.

“Selama tujuh bulan ini untuk memenuhi kebutuhan, kadang saya harus berhutang kepada teman atau keluarga,” ucapnya.

“Syukur-syukur mereka (guru honorer) yang punya usaha diluar sebagai guru atau anaknya sudah bekerja,” tambahnya.

Pada pertemuan tersebut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel, H Fajriannoor Subhi, Kepala Kemenag Kantor Kabupaten Banjar, H Izzuddin, didampingi Kasi Pendidikan Madrasah, H Saman Hudi.

Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Kalsel, H Fajriannoor Subhi mengatakan, uang yang akan dibayarkan sebenarnya ada, tetapi harus ada revisi-revisi dalam anggaran agar bisa dicairkan.

“Rencana Rabu akan mengajukan ke KPPN agar bisa dicairkan sembari menunggu revisi anggaran dari pusat,” tuturnya.

Adapun total nilai tunjangan sertifikasi yang akan dibayarkan kepada 207 guru honor sebanyak Rp 1,9 miliar.

Sedana dengan Fajriannoor, Kepala Kanto Kemenag Banjar, H Izzuddin, mengharapkan para guru honorer dapat bersabar dan jangan termakan pembicaraan-pembicaraan yang tidak bertanggung jawab, “seperti isu dana itu hangus atau tidak ada,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, terjadi kesalahan saat merelokasi dana yang seharusnya masuk ke non-inpassing malah masuk ke inpassing. “Sedangkan untuk mengubah data yang masuk ke inpassing harus melalui beberapa prosedur yang memerlukan waktu,” jelas izzuddin.

Kesalahan ini, lanjutnya, baru diketahui saat mengajukan proses pencairan pada Juli lalu. “Karena ditolak oleh KPPN, kami diminta untuk merevisi. Kalau tahun-tahun sebelumnya kita masih bisa melakukan revisi 25 kali, untuk tahun ini hanya diberikan kesempatan melakukan 5 kali revisi, proses itulah kendalanya,” paparnya.

Ditambahkannya, jika di bulan ini dananya masih tidak bisa keluar, maka paling lambat pada awal tahun 2019.

“Insya Allah dana tersebut akan cair seluruhnya di penghujung tahun ini, dengan toleransi waktu paling lambat Januari 2019” pungkasnya.

Usai dijelaskan panjang lebar permasalahan yang terjadi di Kantor Kemenag Banjar sekita 1 jam, para guru honorer pun akhirnya bisa bernafas lega dan membubarkan diri dengan tertib.

“Alhamdulillah sudah clear masalahnya, semoga memang benar-benar cair dananya,” harap Amat. (mj-32/dra)