53 Siswa Perkebunan Selesaikan Uji Sertifikasi Profesi

  • Bagikan

Sebanyak 53 siswa Kelas XII Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) SMKPP N Banjarbaru TP. 2020/2021, telah selesaikan Uji Sertifikasi Profesi (USP) bidang mandor kelapa sawit.

BANJARRBARU,koranbanjar.net – Uji sertifikasi ini dilaksanakan selama 4 hari terhitung sejak Senin (5/4/2021) sampai Kamis (8/4/2021), yang kali ini dilaksanakan di lahan praktek Guntung Lua dan lahan praktek H. Idak.

USP yang difasilitasi oleh Tempat Uji Kompetensi (TUK) SMK-PP N Banjarbaru ini siswa diuji, baik berupa uji teori, wawancara dan praktek untuk dinilai apakah mereka kompeten atau tidak.

Uji Sertifikasi yang dilaksanakan siswa ini merupakan sertifikasi di bidang pertanian, sehingga para asesornya berasal dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian yang berada di naungan BPPSDMP, Kementerian Pertanian.

Terdapat 4 asesor untuk bidang Mandor Kelapa Sawit, diantaranya M Budi Santoso dari BBPP Binuang, Sukadi dari BBPP Binuang, Jajang Slamet Somantri dari Dinas Pertanian Kabupaten Malang, Arief Wicaksono dari Praktisi, Jember dan Bandel Hartopo dari Praktisi, Jambi.

Melalui uji sertifikasi ini mereka dinilai berdasarkan standar yang telah di tentukan dari BNSP, antara lain menentukan pekerjaan, sumber daya yang diperlukan, menyiapkan alat/mesin dan bahan diperlukan, pengarahan pekerjaan penyiapan lahan.

Selanjutnya, pengarahan pekerjaan penanaman, pengarahan pekerjaan pemeliharaan, pengarahan pekerjaan panen, melakukan pembagian tugas kepada pekerja, mengawasi pekerja sesuai arahan, menilai keseuaian kerja, menghimpun data hasil pelaksanaan pekerjaan dan terakhir membuat laporan hasil kerja.

Akhirnya, di acara penyampaian hasil dan penutupan kegiatan, Kamis (8/4/2021), Arief Wicaksono, selaku Asesor mewakili LSP Kementan, menyatakan bahwa 53 siswa ATP kelas XII SMK-PP N Banjarbaru dinyatakan kompeten dalam bidang Mandor Kelapa Sawit.

Setelahnya, hasil dari penilaian mereka akan dibawa ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi disingkat (BNSP), setelah penilaian di anggap valid.

Kemudian, diserahkan ke LSP Pertanian untuk dibuatkan sertifikat yang berlaku 4 tahun.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian adalah sektor yang sangat penting, terutama dalam menopang kemajuan ekonomi nasional.

“Menanamkan nilai perjuangan membangun pertanian maju, mandiri dan modern,” imbuhnya.

Ditambahkan Dedi Nursyamsi, untuk menjadi negara maju, hal utama yang perlu digenjot adalah SDM-nya.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantapan Pendidikan vokasi pertanian, mencetak lulusan yang berkualitas baik sebagai job seeker, job creator maupun pengusaha pertanian milenial.

“Sementara qualified job seeker adalah petani milenial yang terampil dan menguasai pekerjaannya yang bisa ditempatkan diseluruh sektor dunia usaha dan industri pertanian,”  papar Kepala PPSDMP Kementan ini. (wd/Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru/dya)

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *