35 Grup Lomba Festival Bedug Unjuk Kebolehan

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Sejumlah 35 grup peserta babak penyisihan lomba Festival Bedug dari berbagai daerah di Kabupaten Banjar unjuk kebolehan hari ini, Rabu (23/5).

Babak penyisihan lomba Festival Bedug yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banjar ini dilaksanakan selama 2 hari.

Masyarakat dari berbagai desa di Kabupaten Banjar pun mulai memadati halaman Kantor Disbudpar Kabupaten Banjar untuk menyaksikan babak penyisihan lomba Festival Bedug yang dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Banjar, H Khalilurahman ini.

Bupati Kabupaten Banjar, H Khalilurahman menandai pembukaan lomba Festival Bedug secara resmi  dengan memukul bedug.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banjar, saya menyambut baik diadakannya lomba Festival Bedug ini. Kegiatan seperti ini merupakan salah satu media efektif untuk menyalurkan bakat, kreativitas dan kemampuan seni, khususnya di genenrasi muda,” ujar H Khalilurahman ini.

Pria yang akrab disapa Guru Khalil itu juga mengatakan, saai ini segala sesuatu yang bersifat tradisional hampir terabaikan. Oleh karena itu, melalui kegiatan festival bedug ini, ia berharap dapat mengembangkan dan melestarikan budaya dan kesenian tradisional, di tengah ramainya media sosial dan budaya yang tidak Islami.

“Melalui festival bedug ini, saya berharap dapat menumbuhkan kesadaran bagi kita semua khususnya para remaja, tentang pentingnya melestarikan seni budaya tradisional, sekaligus membentengi diri dari pengaruh negatif globalisasi,” harapnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Yuana Karta Abidin menambahkan, lomba Festival Bedug ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Disbudpar Kabupaten Banjar.

“Total peserta untuk babak penyisihan ini berjumlah 35 grup. Satu grup peserta terdiri dari 16 orang, terbagi dari tukang tabuh, penyair dan lain-lain. Untuk babak penyisihan ini akan berlangsung selama dua hari, sedangkan untuk babak final akan di berlangsung pada malam lebaran nanti,” katanya.

Oleh karena itu Yuana Karta Abidin mengharapkan, sewaktu pelaksanaan babak final lomba Festival Bedug pada malam lebaran nanti, maka sebaiknya warga Kabupaten Banjar khususnya para remaja, mengurangi kegiatan menyalakan kembang api atau sebagainya.

“Pada malam tahun baru kemarin kita adakan shalawat di sini, dan ternyata sukses untuk meniadakan kegiatan bakar kembang api. Kita harapakan final Festival Bedug ini juga nantinya dapat meniadakan kegiatan bakar kembang api,” harapnya. (sai/dny)