Cukupi Kebutuhan, Rusli Tarik Becak Sambil Mengumpulkan Sampah

RENTA, Banjarmasin

RUSLI, tukang becak berusia 70-an warga Jalan A Yani, Banjarmasin, tengah duduk di becak bututnya yang dipenuhi kardus dan bekas botol-botol air mineral, untuk sementara menghindari sengatan dari terik matahari di Kota Banjarmasin.

Sejak beberapa tahun lalu mengadu nasib ke KotaBanjarmasin, ayah beranak lima asal Kabupaten Bangkalan, Madura ini, tak bisalagi mengandalkan uang dari para penumpang becaknya setiap hari untuk menafkahi istrinya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (AST) di rumah warga setempat.

Untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari bersama istrinya, pria yang tak lagi muda ini harus mengais rezeki dari kardus-kardus dan botol-botol bekas air mineral yang kemudian dijualnya ke pengepul sampah setiap harinya.

“Penumpangnya sepi kalau saya narik becak,” kata Rusli dengan wajah lusuhnya mengungkapkan kepada koranbanjar.net, Jumat (7/12/2018).

Saat ditanya koranbanjar.net kemana saat ini lima orang anaknya yang diceritakannya, ia menjawab, sekarang ia hanya tinggal bersama seorang istrinya di rumahnya yang berada di Jalan A Yani, Gang Sepakat, Banjarmasin, karena saat ini kelima anaknya tersebut sudah berkeluarga.

Rusli menceritakan, setiap harinya ia menarik becakbututnya dari pukul 07.00 WITA. Untuk memperoleh penumpang, terkadang ia harus berputar mengelilingi kawasan Jalan Sultan Adam, Banjarmasin.

Jika sedang tidak ada penumpang, Rusli mengisi waktunya dengan sambil memunguti kardus dan botol-botol bekas yang ia temukan dijalanan. Hingga pukul 17.00 WITA, kardus-kardus dan botol bekas yang ia kumpulkan tersebut, dijualnya ke pengepul sampah langganannya.

Dari hasil penjualan kardus dan botol-botol bekas air mineral itu, ia mendapatkan uang senilai Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu per harinya.

Hasil uang tersebut ia gabungkan dengan hasil menarik becak yang nilai uangnya juga tak seberapa besar.

Untuk kebutuhan sehari-hari bersama istrinya, Rusli mengatakan, cukup atau tidak cukup, harus disyukuri.

Rusli beralasan, pekerjaannya sebagai penarik becak dengan sambil mengumpulkan sampah berupa kardus bekas dan botol-botol air mineral, harus ia jalani lantaran saat ini sudah tidak ada lagi pekerjaan yang sanggup ia kerjakan, mengingat umurnya yang sudah lanjut usia.

‘Yang penting pekerjaannya halal dan saya tidak mencuri,” ucap Rusli. (mj-028/dny)