257 Perusuh Ditangkap, Polri Bantah Gunakan Peluru Tajam

JAKARTA – Bentrokan antara para pendukung capres Prabowo Subianto dengan aparat kepolisian berlanjut hingga Rabu (22/5). Para pengunjuk rasa membakar beberapa kendaraan dan melempari polisi dengan batu, kantor Associated Press melaporkan.
Para pengunjuk rasa berusaha masuk ke jalan MH Thamrin, lokasi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pada Selasa (21/5) malam dan bentrokan terus berlanjut sejak saat itu. Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan lebih dari 20 tersangka provokator sudah ditangkap, kantor berita Associated Press melaporkan.
Sebelumnya Selasa (21/5) malam, asrama Brigade Mobil (Brimob) dan beberapa kendaraan dibakar pengunjuk rasa. Polisi menggunakan gas airmata, peluru karet dan meriam air untuk menghalau massa yang melempar bom Molotov.
Beberapa media melaporkan korban tewas di antara para pengunjuk rasa, namun belum ada konfirmasi resmi.
Karopenmas Mabes Polri Dedi Prasetyo mengatakan aparat sedang menyelidiki laporan mengenai seorang pengunjuk rasa yang meninggal akibat peluru nyasar, kantor berita AFP melaporkan. Namun, Dedi membantah laporan bahwa polisi menggunakan peluru tajam.
“Kami masih memeriksa, tapi saya ingin mengulangi bahwa polisi tidak dibekali dengan peluru tajam,” kata Dedi kepada para wartawan, seperti dikutip AFP.
Sementara itu, dari keterangan pers Polda Metro Jaya yang disampaikan Kabid Humas, Kombes Pol Agro Yuwono, malam ini menyebutkan, pihaknya mengamankan bom molotov, busur panah dan uang.
Pihaknya juga menangkap 257 tersangka yang diduga melakukan unjuk rasa dan berencana melakukan penyerangan terhadap asrama polisi di Petamburan.
Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum, Selasa (21/5), menetapkan Presiden Joko Widodo menang dalam pilpres 17 April lalu dengan mengantungi 55,5 persen suara.(ft/ww/voa/koranbanjar.net)

Read Previous

USAI BENTROK, MASSA MASIH BERTAHAN

Read Next

Berpuasa di Amerika, Umat Muslim “Was-was” Beribadah di Masjid

Tinggalkan Balasan