Hukum & PeristiwaKota Banjarbaru

17 Kg Sabu Dimusnahkan, Jaringan Narkoba Internasional Diputus

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Sebanyak 17 Kg sabu hasil pengungkapan jaringan internasional oleh Direktorat Narkoba Polda Kalsel, dimusnahkan dengan cara diblender di depan Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Rabu (19/09).

Dalam pemusnahan tersebut dilakukan langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani bersama Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan didampingi Direktur Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol M. Firman.

Menurut Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani, jaringan narkoba tersebut merupakan jaringan lama yang sudah ditangkap sebelumnya.

“Ini kita tangkap sekitar 2 minggu yang lalu, dan ini adalah tindak lanjut beberapa penangkapan yang berhasil dilakukan oleh Direktorat Narkoba Polda Kalsel,” ucapnya saat Konferensi Pers.

Jaringan peredaran tersebut menggunakan modus operasi berupa pemalsuan KTP. KTP palsu itulah yang digunakan para pelaku untuk pengedaran.

BACA JUGA  Peringati Isra Mi’raj, Polda Kalsel akan Hadirkan Ustadz Kondang ini

“Maka tidak hanya jaringan narkoba saja yang kita ungkap, tapi juga pembuatan KTP palsu,” ujarnya.

Untuk pelaku yang melakukan pembuatan KTP palsu yaitu M. Hertoni alias Toni (24) alamat Jalan Veteran Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin.

Sedangkan pelaku mempunyai barang bukti sabu sebanyak 17 Kg tersebut yaitu, Ardiansyah alias Dian (20) warga Komplek Palapan Indah Kelurahan Kertak Hanyar II Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar dan Muhammad Hasan alias Hasan (18) warga Jalan Manarap Tengah Handil Dua Kelurahan Manarap Tengah Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar.

Mereka berdua merupakan jaringan yang terdahulu yang pada sebelumnya juga didapati barang bukti belasan kilo hingga puluhan kilo dengan pelaku yang berbeda.

BACA JUGA  Kejurprov Renang NPC Digelar di Kolam Renang Antasari Banjarbaru

“Kurang lebih 4 bulan lalu kita mengungkap 12 ribu XTC, kemudian 18 Kg, lalu 20 Kg sabu, dan sekarang 17 Kg dengan modus yang sama,” katanya.

Peredaran jaringan tersebut disebutkannya, melalui kendali dari jaringan Lapas Karang Intan lalu ke Lapas Cipinang.

“Ini berasal dari Riau, awalnya dari Surabaya dan dari Padang. Rangkaiannya sama, yang mesan dari napi yang ada di Lapas Karang Intan, lalu napi yang di Lapas Cipinang menyediakan barang yang mengontak (seseorang) di Thailand sana. Lalu masuk melalui Padang dan baru ke Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Masuknya barang haram tersebut melalui jalur udara, laut dan darat. Namun dapat digagalkan semua oleh Direktorat Narkoba Polda Kalsel.(maf/ana)

BACA JUGA  YA PULANG, 4 Rumah Warga Sungai Andai Terbakar
Tags
Menampilkan lebih banyak

Radio STAR FM
The Spirit of Banjarbaru. Hanya di 90.5 FM

Info Bisnis Kalimantan
Berita seputar bisnis dan ekonomi di Kalimantan terkini.

TandaPetik.Com - Media Komunitas
Gabung sekarang juga. Tuliskan ide, opini dan pengalamanmu.

IKLAN BARIS ONLINE MURAH
Hub. 081348024288 | 0821159171296
KORANBANJAR.NET

Baca Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close