oleh

14 Hari Awal 2020, Sungai Amandit Terus-Menerus Keruh

HULU SUNGAI SELATAN, koranbanjar.net – Selama 2 minggu atau 14 hari berlalu di 2020, Sungai Amandit di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus-menerus keruh.

Salah satu faktor penyebabnya yakni hujan di wilayah pegunungan, yang menyebabkan air pasang dan menyebabkan material gunung ikut hanyut.

Sejak Desember 2019 lalu, intensitas hujan di wilayah HSS mulai meningkat, bahkan hampir tiap hari.

Faktor lainnya ujar Zubaidah warga Desa Jelatang Kecamatan Padang Batung, limbah pertambangan yang ikut menambah kekeruhan air sungai, sehingga tak ada waktu untuk kembali jernih.

Faktor yang disebutkan Zubaidah adalah persoalan klasik, yang sudah diupayakan penanggulangannya, namun sampai kini masih terjadi lagi.

Sampai ini tuturnya, warga masih bertumpu pada sungai untuk kehidupan, seperti mandi dan mencuci pakaian.

“Kami warga di sini rata-rata masih mandi langsung turun ke sungai,” ujar wanita 45 tahun itu.

Pantauan langsung koranbanjar.net Senin (13/1/2020) pukul 18.00 Wita, beberapa warga Desa Jelatang ada yang mandi di sungai, yang warna airnya cokelat seperti kopi susu.

Diterangkannya, untuk air minum juga masih dari sungai.

Antisipasinya dengan didiamkan, sampai kotoran mengendap.

“Mengendapkan sampai 3 hari baru bisa diminum, itupun masih berwarna seperti lahang (air aren,red),” beber wanita pemilik warung minum tersebut.

Sudah ada air dari Pamsimas yang menggunakan penyaringan, namun ujarnya masih tetap kotor.

Disinggung mengenai air leding, ujarnya bukan persoalan biaya pemasangannya.

Tetapi biaya bulanannya terangnya, dirasa tidak sanggup membayar.

“Bayar bulanan listrik saja sudah terasa berat, apalagi membayar air leding yang katanya lebih mahal,” ujarnya. (yat/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: