oleh

14 Grup Rudat Turut Ramaikan Hari Jadi Banjar

MARTAPURA,KORANBANJAR.NET- Serangkaian dengan Hari Jadi ke 68 Kabupaten Banjar, HUT ke 73 RI, Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar even-even budaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banjar. Salah satunya adalah lomba rudat, di mana sebanyak 14 grup rudat akan bersaing untuk menjadi yang terbaik.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Banjar, Yuana Karta Abidin Senin (13/08/2018) mengatakan, lomba rudat kembali digelar tahun ini untuk memeriahkan Hari Jadi ke 68 Kabupaten Banjar sekaligus HUT ke -73 RI. Selain itu kegiatan ini juga untuk kembali mengangkat budaya rudat yang selama ini sudah mulai menghilang.

“Tiga tahun terahir ini kita selalu menggelar lomba rudat,  karena kebudayaan yang satu ini sudah mulai menghilang. Kita berupaya mengembalikan lagi,”katanya.

Dia menambahkan, untuk tahun ini antusias peserta lomba rudat terus meningkat meski tidak terlalu signifikan.

“Kalau tahun 2017 kemarin, pesertanya cuma 12 grup, tahun ini meningkat sebanyak 14 grup dan kebanyakan yang mendaftar dari kalangan pelajar, tapi tetap kategori umum,” ujarnya.

Selain itu nanti untuk lomba rudat, pihak panitia dan juri sepakat untuk para peserta harus menampilkan rudat asli Martapura, di mana para peserta tidak membawakan rudat kreasi, namun harus menonjolkan keaslian rudat Martapura.

“Karena kita ingin melestarikan budaya, jadi kita pakai pakem tradisi, rudat Martapura atau Kabupaten Banjar yang beda dengan tari salman. Rudat kreasi saat ini mirip dengan tari salman. Jadi nanti kita menonjolkan keasliannya, bukan rudat kreasi,” ungkapnya.

Dia menuturkan pula, untuk lomba rudat ini akan dileselnggarakan Selasa (14/08/2018) besok dan akan selesai selama satu hari, nanti para peserta akan diberikan waktu tampil selama 10 menit, dan bagi kelompok rudat wanita bisa menyertakan anggota laki-laki hanya untuk penabuh. Dan jika satu kelompok rudat terdapat laki-laki dan wanita, maka posisinya duduknya akan dipisahkan.

Diketahui seni rudat merupakan tarian yang dilakukan sejumlah orang dan diiringi bunyi tabuhan rebana atau tarbang sambil melantunkan syair-syair kalam ilahi. Sehingga membuat suasana menyejukkan.

Awalnya rudat berfungsi sebagai syiar agama Islam dari ulama dan santri kepada masyarakat, kemudian berkembang menjadi sarana menyambut tamu serta hiburan.

Pada wokshop rudat ini, para peserta diberi pelatihan singkat tentang berkesenian rudat dan pada akhir kegiatan, para peserta secara berkelompok berkesempatan untuk menampilkan kesenian rudat.(sai/sir)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: