10 Penjara Paling Sadis di Dunia, Banyak Prustasi Mulai Menelan Garpu sampai Membakar Diri  

  • Bagikan
Salah satu penjara paling sadis adalah penjara Diyarbarkir di Turki. (foto:bombastis.com)

Setiap negara memiliki penjara bagi pelaku tindak kejahatan, dan 10 penjara di antaranya terkenal memperlakukan tahanan dengan sadis. Saking sadisnya, banyak tahanan yang prustasi hingga memilih mati dengan cara minum racun atau membakar diri. Berikut ini beberapa penjara yang sangat berbahaya dan mengerikan bagi pelaku tindak kejahatan dikutip dari situs bombastis.com.

Bang Kwang, Thailand

Penjara Bang Kwang terletak hanya beberapa kilometer dari Bangkok. Penjara ini merupakan penjara terkejam di Thailand. Banyak orang di penjara ini adalah orang-orang asing. Dalam tiga bulan pertama mereka dipenjara, tahanan harus memakai borgol. Sebanyak 10 persen dari penghuni penjara ini adalah mereka yang menunggu eksekusi mati. Mereka yang akan dieksekusi mati menggunakan borgol besi di kaki mereka. Setiap tahanan yang ada di sini paling tidak dihukum penjara minimal 25 tahun.

Tahanan mendapatkan makanan sekali sehari dalam sebuah mangkuk berisi nasi dan sayur. Tapi akan ada kantin yang menjual makanan tambahan atau beberapa hal yang mereka butuhkan. Banyak napi di penjara ini mengalami kekurangan nutrisi dan tertular penyakit. Tidak ada saluran air yang mengalir, saluran pembuangan serta diperparah dengan penjara yang terlalu penuh sesak menjadikan penjara ini sebuah mimpi buruk.

La Sante, Perancis

Siapa sangka jika kota cinta, Paris, ternyata juga menyimpan penjara yang sangat mengerikan, La Sante. Penjara dengan keamanan penuh ini terkenal dengan banyaknya tahanan yang berusaha bunuh diri dengan berbagai cara. Lebih dari 100 tahanan bunuh diri dengan cara minum racun tikus, minum pembersih lantai, menelan garpu, hingga tiner.

Meskipun Paris biasanya identik dengan tempat-tempat yang indah seperti menara Eiffel, museum Louvre serta Notre Dame, kota ini juga dikenal memiliki penjara paling sadis dalam sejarah. Sejak pertama kali dibuka pada tahun 1867, penjara tersebut sudah punya sejarah panjang penganiayaan. Sejak Perang Dunia II, tahanan perang dan kriminal umum dipenjara di tempat ini dan meupakan benteng yang tidak bisa tertembus hingga sekarang. Sepanjang sejarah sejak berdirinya, hanya ada tiga orang yang berhasil kabur dari penjara ini.

Rikers Island, Amerika Serikat

Di pulau ini terdapat 10 penjara yang menampung 12.000 tahanan setiap harinya. Penjara ini memiliki daftar panjang penyerangan, pemerkosaan, dan pembunuhan oleh sipir penjara, serta tahanan lainnya. Bahkan sipir penjara juga mengadakan klub bertarung antara tahanan melawan tahanan lainnya sebagai hiburan. Dua sipir yang tertangkap mengadakan klub bertarung ini kemudian ditahan, meski begitu mantan tahanan lain mengatakan bahwa adu pertarungan tersebut belum berakhir.

Sipir penjara ini dilaporkan telah berulang kali melakukan kekerasan yang berlebihan. Investigasi yang dilakukan menemukan bahwa sipir memalsukan dokumen untuk menutupi penganiayaan yang mereka lakukan. Tahanan di penjara ini harus berhati-hati tidak hanya dari kekerasan para sipir, tapi juga dari para tahanan lainnya. Tidak ada yang benar-benar aman di penjara ini.

Petak Island, Rusia

Tidak ada penjara yang aman, apalagi di Rusia. Petak Island merupakan pusat detensi dengan keamanan tingkat tinggi untuk penjahat paling buruk dan kejam. Semua tahanan dikurung dalam ruang isolasi selama 20 jam, bahkan lebih.

Para tahanan hanya diperbolehkan mendapatkan kunjungan 2 hari dalam satu tahun. Isolasi tingkat tinggi dan kurangnya fasilitas mendasar membuat banyak tahanan di penjara ini menjadi gila, bahkan sebelum masa tahanan mereka berakhir. Ditambah lagi dengan suhu dingin di area ini yang bisa turun hingga -40 Fahrenheit di bulan Januari bisa memperpendek usia para tahanan.

La Sabaneta, Venezuela

Salah satu penjara paling sadis di dunia adalah penjara La-Sabaneta di Venezuela. (sumber foto:bombastis.com)

Penjara La Sabaneta adalah mimpi buruk bagi para tahanan. Bahkan dikatakan bahwa kamu lebih mungkin mati di penjara ini daripada saat kamu berada di jalanan Caracas. Penjara ini kelebihan tahanan, kurang biaya, serta kekurangan staf penjaga.

Para gang lah yang menjalankan penjara ini, jadi tidak heran penjara ini menjadi tempat yang sangat keras. Perkosaan dan pembunuhan selalu terjadi dan kamu tidak pernah aman berada di sini. Mereka yang tidak punya kontrol tahu bahwa kematian selalu dekat. Pada tahun 2012 saja, 591 tahanan tewas terbunuh di penjara ini.

Diyarbakir, Turki

Penjara dengan keamanan tingkat tinggi di Turki dibuka pada tahun 1980 dan telah lama menjadi neraka bagi populasi Kurdish di daerah tersebut. Penjara tempat para kriminal dan tahanan politik ini sudah melampaui batas kapasitas, serta punya sejarah pertumpahan darah di balik dindingnya.

Sejak pertama kali dibuka, ratusan tahanan disiksa hingga tewas, dan bahkan puluhan tahanan lainnya membakar diri untuk melepaskan diri dari brutalnya siksaan para penjaga. Saat ini, lebih dari 350 anak laki-laki dan perempuan berusia antara 13 hingga 17 tahun menjalani hukuman di penjara Turki.

Gldani, Georgia

Adanya teknologi menguak fakta mengerikan tentang penjara Georgia. Setelah beredarnya video kekerasan yang terjadi di penjara ini, pihak berwajib segera melakukan investigasi yang ternyata membuka kekejaman para sipir penjara Gldani ini.

Dalam sebuah video yang beredar secara online, terlihat rekaman bagaimana para tahanan diperkosa, dipukuli, dan bahkan disiksa. Tidak hanya itu saja, para penjaga juga terlihat menyodomi para tahanan dengan gagang sapu hingga baton. Karena adanya kasus ini, kondisi di penjara Gldani semaking meningkat dan membaik. Pihak berwajib menangkap dan menghukum para penjaga yang terlibat dalam kekerasan yang terlihat di video tersebut.

Cotonou Civil, Benin

Benin adalah sebuah negara kecil di barat Afrika, berbatasan dengan Togo dan Nigeria. Di negara ini, terdapat sebuah penjara yang sangat buruk, yaitu Contonou Civil. Penjara ini menampung 2.400 tahanan pria, wanita dan anak-anak dalam sebuah bangunan yang sebenarnya hanya sanggup menampung 400 orang. Saking padatnya, beberapa tahanan harus tidur bergantian, dan yang lainnya meninggal karena terlalu sesak dan tidak bisa bernafas saat tidur.

Sebanyak 90 persen dari tahanan yang ada di sini sedang menunggu untuk diadili, namun proses tersebut di negara ini bisa memakan waktu bertahun-tahun karena banyaknya kasus yang menumpuk. Meski begitu, kondisi penjara yang mengenaskan ini bukanlah suatu hal yang disengaja karena pemerintah punya dana yang terbatasa untuk merawat para tahanan. Bahkan meski dengan bantuan internasional, masih banyak tahanan yang meninggal karena penyakit yang seharusnya bisa dicegah.

Tadmor, Syria

Penjara ini bisa dikatakan sebagai penjara yang berdarah. Banyak orang telah meninggal di balik penjara yang mengerikan ini. Tahanan politik atau penjahat semua ditahan di penjara ini dan semua disiksa dengan cara yang sama tanpa terkecuali.

Penjara ini akhirnya ditutup pada tahun 2001, namun sepuluh tahun kemudian kembali dibuka dengan lebih banyak tahanan dan sedikit perbaikan. Sipir penjara punya kekuasaan penuh di sini. Tanpa adanya buku, TV atau radio, penyiksaan menjadi hiburan tersendiri bagi mereka.

Gitarama Central, Rwanda

Rwanda benar-benar tahu apa itu kengerian apalagi setelah terjadinya perang yang memecah belah negara tersebut. Kengerian masih hidup di penjara Gitarama Central. Penjara ini menampung terlalu banyak tahanan dan kurang mendapatkan biaya untuk operasional. Jika tidak mati karena dipukuli, tahanan lainnya akan mati karena penyakit atau menderita kelaparan.

Para tahanan yang merasa putus asa untuk bisa berthan hidup terkadang akan membunuh tahanan lainnya dan memakan mereka. Insting bertahan hidup paling dasar menggantikan semua akal dan moral mereka. Tidak ada sel penjara di sini, jadi tahahan akan tidur di bawah tempat tidur, di lantai terbuka, atau di koridor. Tahanan yang hanya mampu menampung 500 orang ini kenyataannya terisi lima kali lebih banyak dari yang seharusnya.(bombastis.com/sir)

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *