Berita UtamaLifestyle

10 Gereja Tertua di Indonesia

LIFESTYLE, KORANBANJAR.NET – Perkembangan ajaran Nasrani di Indonesia sepertinya memang memegang peranan sejarah tersendiri bagi Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari beberapa gereja tua di berbagai wilayah di Indonesia yang bangunannya mempunyai nilai sejarah tinggi.

Berikut ini koranbanjar.net merangkum sepuluh bangunan gereja tua yang ada di Indonesia beserta cerita singkat sejarahnya .

1. Gereja Katedral Santo (St) Petrus di Bandung

Gereja Katedral St Petrus. (Foto: Wikipedia)

Gereja yang juga dikenal dengan sebutan Gereja Katedral Bandung ini merupakan rancangan dari Ir Charles Proper Wolff Schoemaker dengan gaya arsitektur neo gothic akhir.

Gereja Katedral St Petrus ini awalnya didirikan dengan nama St Franciscus Regis pada tanggal 16 Juni 1895.

Pertama didirikan, Gereja Katedral St Petrus hanya berukuran 8 x 21 meter, namun seiring meningkatnya status Kota Bandung, pembangunan gereja ini kemudian diperluas pada tahun 1921.

2. Gereja Sion di Jakarta

Gereja Sion. (Foto: Wikimedia)

Gereja Sion berada di antara sudut Jalan Pangeran Jayakarta dengan Mangga Dua Raya, Jakarta. Gereja Sion merupakan Gereja Portugis yang juga dikenal dengan nama Portugeesche Buitenkerk.

Gereja bergaya klasik ini dibangun selama dua tahun dari 1693 hingga 1695.

Peletakan batu pertama secara resmi dilakukan oleh Pieter Van Hoorn pada 19 Oktober 1963. Secara resmi, Gereja Sion diresmikan oleh Pendeta Theodorus Zaspada pada 23 Oktober 1695.

Hingga kini, kisah pemberkatan dan pembangunan Gereja Sion masih tertulis rapi dalam bahasa Belanda pada dinding gereja.

Hingga kini, gereja tertua di Jakarta ini masih berfungsi sebagai gereja dan dilindungi pemerintah melalui SK Gubernur DKI Jakarta CB/11/1/12/1972 karena nilai sejarah bangunannya yang tinggi.

3. Gereja Fidelis Sejiram di Kalbar

Gereja Fidelis Sejiram. (Foto: Wikipedia)

Selanjutnya, Indonesia memiliki gereja tua yang berada di Desa Sejiram, Kecamatan Seberuang, Kalbar.

Dibangun pada 1892, menjadikan Gereja Fidelis Sejiram sebagai gereja tertua di Kalbar. Gereja ini juga dilindungi pemerintah karena nilai sejarahnya yang tinggi.

Sebelum berkembang menjadi gereja, Gereja Fidelis Sejiram ini adalah sebuah pondok yang dibangun oleh Pastur Looymans untuk penyebaran agama Katolik bagi masyarakat Dayak setempat.

Salah satu ciri khas dari gereja ini adalah patung ayam yang di pasang pada bagian atas gereja dari semasa pemerintahan Kolonial Belanda.

4. Gereja Santa Maria de Fatima di Jakarta

Gereja Santa Maria de Fatima. (Foto: Flickr)

Gereja Santa Maria de Fatima dibangun oleh seorang kapitan keturunan Tionghoa bermarga Tjioe pada tahun 1954. Jadi tak heran jika bangunan gereja yang berada di kawasan pecinan Glodok, Jakarta Barat ini, sangat kental dengan gaya arsitektur khas Tionghoa menyerupai kuil.

Gereja ini masih berfungsi hingga saat ini dan bangunannya ditetapkan pemerintah sebagai bangunan cagar

5. Gereja Blenduk di Semarang

Gereja Blenduk. (Foto: Wikimedia)

Nama sebenarnya gereja ini adalah GPIB Immanuel. Sedangkan nama Blenduk adalah julukan oleh masyarakat setempat untuk menggambarkan sebuah kubah yang ada di Gereja itu.

Gereja yang berada di Jalan Letjend Suprapto, Semarang ini, dibangun pada tahun 1753 oleh masyarakat Belanda yang tinggal di Kota Semarang dan menjadikan gereja ini sebagai gereja tertua di di Jawa Tengah.

Kubah besar yang dimiliki Gereja Blenduk berlapis perunggu, dan di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok. Gereja ini sempat direnovasi pada tahun 1894 oleh W Westmaas dan HPA de Wilde.

Sejak renovasinya tersebut, Gereja Blenduk memiliki dua menara di depannya.

Hingga saat ini gereja Blenduk masih berfungsi sebagai

6. Gereja dan Candi Hati Kudus Yesus di Jogjakarta

Gereja dan Candi Hati Kudus Yesus. (Foto: Wikimedia)

Jika bangunan Gereja Santa Maria de Fatima di Jakarta mirip seperti kuil, maka gereja tertua yang berada di Jogjakarta ini justru tampak seperti tempat ibadah umat Hindu. Pasalnya, di dalam gereja ini terdapat sebuah Candi.

Selain itu, sosok Yesus di dalam gereja inipun digambarkan layaknya seorang Raja Jawa yang berada dalam sebuah Candi.

Gereja ini didirikan pada tahun 1930 oleh keluarga Belanda, yakni keluarga Schutzer.

Arsitektur gereja ini sangat kental akan akulturasi kebudayaan Jawa Hindu dengan ajaran

7. Gereja Ayam di Jakarta

Gereja Ayam tempo dulu. (Foto: Satu Harapan)

Gereja ayam adalah salah satu gereja tua yang ikonik di Jakarta. Disebut Gereja Ayam sendiri dikarenakan sebuah alat penunjuk arah mata angin berbentuk ayam yang berada di atap gereja.

Gereja Ayam saat ini. (Foto: Sahat Simarmata Daily)

Berlokasi di kawasan Pasar Baru, Gereja yang dibangun antara 1913 – 1915 oleh Ed Cuypers dan Hulswit ini merupakan salah satu peninggalan pemerintahan kolonial Belanda. Melihat banguan gereja ini, terasa kental perpaduan arsitektur Italia dan juga Portugis.

8. Gereja Immanuel di Jakarta

Gereja Immanuel. (Foto: Wikimedia)

Selain Gereja Ayam, Gereja Immanuel juga menjadi gereja tertua yang ada di Jakarta. Gereja ini berada di seberang Stasiun Gambir.

Pembangunan gereja ini memakan waktu selama empat tahun dari 1845.

Dengan bentuk bangunan yang bundar disertai pilar-pilar besar yang kokoh nan megah, menjadikan Gereja Immanuel sebagai salah satu gereja tertua yang indah yang ada di

9. Gereja Katedral Bogor di Bogor

Gereja Katedral Bogor. (Foto: Kertas Putih)

Gereja yang pada masa pemerintahan Kolonial bernama Buitenzorg dan berlokasi di Bogor ini merupakan gereja tertua dan bersejarah yang ada di Indonesia selanjutnya. Dikenal dengan nama Gereja Katedral Bogor, gereja yang dibangun pada 1896 ini memiliki nama resmi Gereja Katedral Santa Perawan Maria.

Bangunan yang kokoh serta arsitektur yang indah menjadikan gereja tertua ini sekaligus gereja terindah dan termegah di kota

10. Gereja Merah di Kediri

Gereja Merah. (Foto: Cagar Budaya Kemendikbud RI)

Nama asli Gereja Merah ini adalah GPIB Imannuel. Gereja ini didirikan pada 1904 dengan warna putih gading sebelum akhirnya dicat dengan warna merah pada tahun 2005.

Sejak warna bangunannya berganti menjadi warna merah, gereja ini kemudian lebih dikenal dengan julukan Gereja Merah .

Selain keunikan warna dan bangunannya yang bergaya arsitektur gotik, gereja ini juga masih menyumpan Injil berbahasa Belanda yang dibuat pada tahun 1867.

Itulah 10 gereja tertua di Indonesia yang berhasil kami rangkum. Gereja mana menurut anda yang bangunannya paling indah dan menarik? (dny)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close