Berita UtamaKab Banjar

Soal Sampah Tidak Diangkut, Syarifuddin: Jika Menimbulkan Penyakit, Berarti Pemerintah Gagal Mensejahterakan Warganya

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Sudah empat hari tumpukkan sampah di Desa Teluk Selong Ulu tak kunjung dijemput truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar.

Akibatnya, sampah-sampah yang bertumpuk di pembuangan sementara di depan rumah dan pinggiran jalan ini mulai mengeluarkan aroma tak sedap.

Warga Desa Teluk Selong, Hasbiansyah, merasa geram sampah di depan sekitar rumahnya tidak diangkut pihak terkait. Ia mengaku sudah melapor kepada Kepala Desa Teluk Selong, menurutnya kepala desa juga bingung kenapa hal tersebut terjadi.

“Padahal armada pengangkut sampah selalu lewat di tempat lain. Memang tidak semua RT yang tidak diangkutnya, di Teluk Selong ada 1 RT dan di Teluk Selong Ulu ada 4 RT yang tidak diangkut lagi sampahnya beberapa hari ini,” ujarnya kepada koranbanjar.net via seluler, Rabu, (12/12/2018) malam.

Saat ditemui Pembakal Desa Teluk Selong Ulu, Syarifuddin, ia mengaku bingung dan mempertanyakan kenapa sampah-sampah yang ada di desanya tak kunjung diangkut.

“Biasanya sampah-sampah ini diangkut setiap pagi, namun dalam empat hari belakangan ini mobil yang biasanya mengangkut sampah tidak masuk ke Desa kami,” ujarnya kepada koranbanjar.net, saat ditemui di Kantor Pembakal Desa Teluk Selong Ulu, Kamis (13/12/2018).

BACA JUGA  Dukung Gamis Hijau, Pemuda Banjar Lakukan Ini

Menurutnya, dari informasi warga, truk sampah berputar arah ketika sampai di Gang Brunei, Pekauman, sehingga tidak melalui Teluk Selong. Sampah yang mulai menggunung juga membuat Syarifuddin khawatir dengan kesehatan warganya.

Sampah di Teluk Selong
Kepala Desa Teluk Selong, Syarifuddin. (foto:mj-032/koranbanjar.net)

“Sampah yang bertumpuk sudah mulai menimbulkan bau busuk dan menjadi sarang berkembang biaknya penyakit. Jika dibiarkan terus menerus, saya takut nantinya warga terserang penyakit, jika warga sudah mulai jatuh sakit itu berarti pemerintah gagal dalam mensejahterakan masyarakatnya,” tandas Syarifuddin.

Syarifudin berharap, pemerintah terkait agar secepatnya memberikan solusi dan jalan keluar permasalahan sampah ini.

“Saya mewakili seluruh masyarakat Desa Teluk Selong Ulu berharap sampah-sampah ini segera diangkut. Jika ada permasalahan mohon untuk dibicarakan bersama-sama. Saya juga meminta untuk pemerintah selalu konsisten dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, khususnya Dinas Lingkungan Hidup,” ucapnya.

BACA JUGA  Dukcapil Banjar Musnahkan 20.973 e-KTP

Ia menuturkan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Banjar meminta penilaian termasuk masalah pengangkutan sampah. “Setelah kami bilang bagus ternyata ini balasan yang kami dapat,” imbuhnya.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Taman dan Limbah (PSTL) DLH Banjar, Riza Rusadi, berdalih adanya pembangunan di Desa Pekauman memaksa armada pengangkut sampah berputar haluan serta jalan yang dinilainya sempit.

“Menurut analisa sementara, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tidak diangkutnya sampah di kawasan tersebut, antara lain adanya proyek pembangunan di Pekauman sehingga memaksa armada pengangkut sampah kami harus berputar arah,” ujarnya saat ditemui koranbanjar.net.

“Kemudian kawasan tersebut memiliki akses jalan yang lumayan kecil, sehingga armada yang mengangkut perlu menyesuaikan,” imbuh Riza.

Kemudian alasan lain menurut Riza, sampah yang terus bertambah tiap harinya membuat penuhnya armada sampah sebelum rute selesai.

“Terkadang mobil pengangkut sampah sudah penuh sebelum menyelesaikan rute pengangkutan, atau mungkin mobil yang menangani rute tersebut memerlukan perawatan karena usianya yang cukup tua,” katanya.

BACA JUGA  Sore Tadi, Tercatat 222 Korban Meninggal Akibat Bencana Tsunami

Terkait kabar yang mengatakan ada pungutan iuran sampah, Riza membantah atas kabar tersebut. Ia menegaskan, pihak DLH tidak pernah menarik iuran pembuangan sampah di Kabupaten Banjar.

“Kami dari pihak PSTL tidak pernah meminta iuran, maupun pungutan kepada masyarakat,” jelasnya.

Kami, lanjutnya, dari PSTL DLH Banjar akan sesegera mungkin mengatasi permasalahan sampah yang tak terangkut, diantaranya dengan memberlakukan sistem sehari angkut sehari tidak untuk kawasan tersebut sehingga dapat mengatasi permasalahan mobil yang penuh dan mampu melakukan pengangkutan secara merata.

“Kami juga sudah mengajukan permohonan penambahan armada kepada pemerintah daerah, namun masih belum terealisasikan. Dan juga kami ingin menyampaikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Atas ketidaknyamanan ini, Riza meminta maaf atas keterlambatan pengangkutan sampah di Desa Teluk Selong. “Kami pihak PSTL Dinas Lingkungan Hidup meminta maaf kepada masyarakat atas keterlambatan pengangkutan sampah,” pungkasnya. (ami-mj-032/dra)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close