Lifestyle

Mengapa Vaping Digandrungi, Ini Alasannya…

BANJARBARU – Di kalangan mahasiswa mulai banyak yang menggandrungi rokok elektrik atau disebut vaping. Karena vaping ini dapat menghasilkan berbagai rasa, mulai rasa anggur, cokelat dan lain-lain. Namun tahu kah Anda, menggungakan vaping ini kabarnya lebih berbahaya dari menghisap rokok.

Namun pertimbangan lain dipilih para pemakai, seperti kalangan mahasiswa yang suka menggunakan vaping.

Mahasiswa Teknik Informasi di salah satu Universitas di Banjarbaru, Iky menyebutkan, alasan ia untuk memilih vaping karena ingin berhenti menjadi perokok.

“Dari bau bekas asap  roko yang nempel dibaju tidak enak dicium, bila vaping ‘kan ada macam rasanya jadi tidak berbau,” ujarnya.

Dari segi biaya, awalnya untuk mempunyai vaping harus membeli divicenya dengan harga yang cukup mahal, setelah itu cukup membeli liquid

(cairan vaping) sekitar Rp80.000 hingga Rp200.000 yang bisa bertahan selama seminggu tergantung ukuran yang dibeli.

BACA JUGA  Empat Band Reggae “Pecahkan” Malam Tribute To Marley

“Dari memakai vaping saya merasa lebih irit, kalo saya dulu, seminggu itu lebih delapan bungkus beli rokok,” tuturnya.

Dijelaskan lagi, sekarang ini vaping  atau vapor menjadi tren di kalangan anak muda di usia 18 tahun ke atas.

Dia juga menambahkan, bahwa memakai vaping bisa berkarya, karena  asap yang dihasilkan dapat dilombakan atau disebut dengan vapetrick.

“Sekitar 1 tahun ini saya sudah menggunakan vape (sebutan lain vaping). Alhamdulillah pernah juara 2 di lomba vapetrick lokal di Martapura, dan itu perdana,” ujar mahasiswa lain, Fadli

Kadar nikotin yang lebih rendah dari pada rokok membuat Fadli tertarik menggunakan vape, dan ia merasa aman dengan kandungannya rendah.

BACA JUGA  Kesenian Bamanda Masih Dilestarikan Warga Walatung

“Yang dihasilakn dari vape  itu uap, bukan asap. Dan saya paling suka dari vape, bisa dibuat trick karena asapnya yang tebal,” tutup Fadli.(maf)

Tags
Close