Berita UtamaLifestyle

Kisah Nyata Oase Kehidupan: Pemuda Kelam yang Tertolak

SUATU HARI, datanglah seorang pemuda sederhana berusia hampir 30 tahun ke rumah kekasihnya. Kedatangan pemuda yang mempunyai masa lalu kelam itu adalah untuk meminang kekasihnya melalui calon mertuanya.

Singkat kata, pemuda itupun bertemu dengan ayah kekasihnya yang berusia 60 tahunan. Ia pun mulai memberanikan diri membuka pembicaraan dengan menyampaikan maksud dan tujuannya bertamu dihadapan si ayah kekasihnya yang telah dikenal banyak orang sebagai pak haji yang taat agama dengan pengetahuan Islam yang dalam itu.

“Kedatangan saya kemari adalah untuk meminang anak bapak, karena kami memang sudah setahun lebih ini telah berpacaran,” ungkap pemuda itu tanpa basa-basi kepada ayah pacarnya.

Mendengar maksud dan tujuan yang disampaikan pemuda itu, si ayah dari wanita yang dipinangnya itupun menyampaikan jawaban dengan terlebih dahuluu berbasa-basi.

Setelah panjang lebar mendengarkan penjelasan yang sebagiannya berisikan petuah dan nasehat dari si calon mertua, pemuda itupun diberi jawaban atas pinangannya di hari itu.

“Kami senang kamu menemui kami dengan menyampaikan langsung maksud dan tujuanmu, yaitu untuk melamar putri kami. Kami sangat hargai itu. Namun, maaf, kami ragu anak kami bisa hidup bahagia dengan segala kesederhanaanmu itu. Lagi pula, kamu tau kan kami ini terdiri dari keluarga yang besar. Apa yang akan kami jelaskan nanti kepada anggota keluarga kami yang lain jika kami mengizinkanmu menikahi anak kami, sementara mereka tahu bahwa kamu mempunyai masa lalu yang kelam. Sedangkan kami para orang tua, selalu berharap yang terbaik untuk anak-anaknya kelak, termasuk dalam memilih pasangan terbaiknya nanti,” jawab si ayah kekasih.

BACA JUGA  Terinspirasi Mahathir, Mawardi Abbas Kembali Bertarung di Pileg 2019

Mendengar jawaban dari si ayah pacarnya tersebut, ekspresi wajah pemuda itu yang tadinya penuh rasa percaya diri, langsung berubah menjadi murung, matanya yang sebelumnya terbuka lebar, tiba-tiba berubah menjadi sayu.

Ia sangat menyadari dan memahami bahwa jawaban yang baru saja ia dengar itu adalah keputusan penolakan terhadap pinangannya kepada kekasihnya yang selama ini telah ia jadikan sebagai alasan untuk meninggalkan masa lalu kelamnya itu. Namun, apa daya jika keseriusannya tersebut berbalas pahit dari manisnya harapan yang tengah ia harap.

Beberapa menit kemudian setelah mendengar jawaban penolakan itu, dengan segenap kesadaran dirinya, pemuda itupun menerima keputusan dari pihak keluarga perempuan yang dipinangnya itu dengan ikhlas.

BACA JUGA  Bintal Nasrani Klarifikasi Siswi Muslim yang Ikut Padus di Acara Natal

Sementara dari balik sebuah pintu kamar yang tidak sepenuhnya tertutup rapat, terlihat wanita yang sebelumnya telah ia yakini sebagai calon istrinya itu, hanya duduk tersandar diam dan terpaku menahan sedih mendengar keputusan dari ayahnya tersebut.

Sebelum memutuskan untuk pulang, pemuda itupun menanggapi jawaban dan keputusan yang baru saja didengarnya itu dengan beberapa kalimat yang ia sampaikan kepada si ayah pacar, yang sedari hari itu telah ia sadari bukan lagi sebagai calon mertuanya.

“Terimakasih sudah menerima kedatangan saya di rumah ini walaupun pinangan saya kepada anak bapak ternyata ditolak. Saya terima ini dengan ikhlas pak. Kemudian, karena niat saya untuk menikahi anak bapak ditolak, maka dari hari ini saya tidak mau lagi melanjutkan hubungan kasih sayang dengan anak bapak meskipun ini nantinya menjadi rasa yang teramat sakit yang akan saya alami. Saya memang kelam pak. Saya juga tak kaya. Tetapi satu hal yang harus selalu bapak ingat, Umar bin Khattab itu adalah salah satu khalifah yang sebelumnya sangat memusuhi umat Muslim dan pernah ingin membunuh Nabi Muhamamad SAW, namun akhirnya makamnya bisa berada bersebelahan dengan makam Rasulullah SAW. Semoga ukhuwah di antara kita tetap terjalin dan bisa saling mengingatkan hal baik. Permisi pak..,” ujar pemuda itu menutup pembicaraan lalu beranjak pergi keluar rumah.

BACA JUGA  Breaking News! Kemacetan Akibat Banjir di Angsana Masih Panjang, Sebagian Penumpang Memilih Turun

Setelah mengucapkan sahutan salam dan mengiyakan pemuda itu pergi, si ayah perempuan itu lalu tersentak dan terdiam tanpa kata. Wajahnya kemudian nanar lalu tertunduk merenungi sejuta makna yang disampaikan oleh pemuda yang baru saja ditolaknya untuk menikahi anaknya itu. (*)

Ditulis berdasarkan dari penggalan kisah nyata

oleh Donny Irwan, Redaktur Pelaksana Koran Banjar.

Tags

Tinggalkan Balasan

Close