Catatan Sepekan

“Bencana” Politik Itu Dinamakan Donggala

(Last Updated On: 12/10/2018)

Oleh Pimred KoranBanjar.net : Denny Setiawan

MUNGKIN Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.”

Syair lagu yang pernah didendangkan penyanyi balada, Ebiet G Ade itu sepertinya telah mengingatkan kita pada rentetan bencana yang melanda negeri ini. Gempa di Lombok, tsunami di Donggala Palu Sulawesi Tengah hingga terbaru, gempa di Situbondo Jawa Timur.

Jutaan warga meninggal dunia, puluhan ribu rumah porak poranda dan tak terhitung fasilitas umum berantakan. Apakah semua hanya sebuah peringatan dari Tuhan? Itu adalah sebuah hukuman.

BACA JUGA  Hasil Ijtima Ulama II Pastikan Dukung Prabowo-Sandiaga

Beberapa hari setelah gempa terjadi di Lombok, seorang teman bercerita, “Bagaimana Tuhan tidak murka, la…wong di pantai Lombok itu maksiat berlangsung sebebas-bebasnya. Warga asing bebas bertelanjang seperti di negeri mereka.”

Begitu pula selang 2 hari setelah tsunami menyapu Palu dan menenggelamkan 800 rumah dan menghancurkan ratusan rumah lainnya di Donggala, tontonan memalukan berseliweran di media sosial, bagaimana sepasang gay berciuman dan bercumbu mesra di tengah umum bak pasangan berlainan jenis.

Sementara itu, para pemimpin, elit politik, sebagian kyai dan sebagian pemuka agama hanya sibuk dengan kepentingan mereka masing-masing. Lebih ironis, berbagai bencana yang terjadi bukan menjadi sebuah perenungan untuk saling memperbaiki, justru hanya menjadi sebuah “komoditas” kepentingan politik.

BACA JUGA  18 Informasi Penting Bagi Jamaah Haul ke 13 Guru Sekumpul 2018

Bencana bukanlah sebuah bencana, bencana menjadi sebuah momentum untuk “mempertontonkan” rasa empati yang sesungguhnya tidak manusiawi. Penderitaan rakyat menjadi “alat” agar disebut hebat dan merakyat.

Lantas, apakah Tuhan akan menghentikan bencana? Bencana demi bencana akan terus bermunculan, keserakahan para pemimpin untuk memperoleh kekuasaan dibayar dengan tangisan dan kepiluan penduduk negeri ini.

Tanpa sadar, begitu satu golongan di antara kalian mengalahkan satu golongan lainnya hingga memperoleh kekuasaan, pertama-pertama yang tidak bisa dielakkan, kalian akan sibuk memulihkan daerah yang kalian akibatkan.

Negeri ini tengah dilanda “bencana”‘ politik, salah satunya bernama Donggala. Sebagian ulama yang notabene sebagai pemberi peringatan, sebagian harus terseret dalam situasi konspirasi politik sebagai pembenar kepentingan. Ulama yang menjadi panutan, malah saling gontok-gontokan.

BACA JUGA  Wahai Wakil Rakyat, Mana Rasa Empatimu?

Rakyat butuh ulama yang menyejukkan di tengah penderitaan bencana yang mengharukan. Bukan ulama yang mampu dikendalikan oleh kekuasaan.(*)

Tags
Dijual Tanah Kavling Bersertifikat
Jl. Trikora RT.018 RW.003 Guntung Manggis Kec. Landsan Ulin (Persisi pinggir jalan). Hubungi 082352023445 - Ibu Nunuk Hernanik

Hijau Tour & Travel
Melayani penjualan tiket. Registrasi Agen Travel. Melayani Tour Wisata Religi dll. CP: 0822-97461-558/ 0813-48409-194

Raja Tour & Travel Juanda Surabaya
Melayani antar jemput. Tersedia unit Mobilio, Alpard, Bis 30-60 seat. Melayani paket Tour Special Service VIP & Tour ke Bali, Bromo, Malang, Wali 9 dll. CP: 0852-31899-191 / 0815-56987-036

Radio STAR FM
The Spirit of Banjarbaru. Hanya di 90.5 FM

Info Bisnis Kalimantan
Berita seputar bisnis dan ekonomi di Kalimantan terkini.

TandaPetik.Com - Media Komunitas
Gabung sekarang juga. Tuliskan ide, opini dan pengalamanmu.

IKLAN BARIS ONLINE MURAH
Hub. 081348024288 | 0821159171296
KORANBANJAR.NET

Baca Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Close
WhatsApp chat Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: